Diduga Sarat Kepentingan Pribadi, Aksi SAPMA PP Gowa di SPBU Kalampa Tuai Sorotan Warga

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:28

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR – bhayangkarapost.net | Aksi unjuk rasa yang dilakukan Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Gowa di depan SPBU Kalampa, Jalan Poros Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Sabtu (14/2/2026), memantik perhatian publik. Aksi tersebut dinilai sejumlah pihak tidak murni menyuarakan aspirasi masyarakat, melainkan diduga berkaitan dengan kepentingan pribadi.

Dalam aksi tersebut, massa membakar ban di halaman SPBU yang saat itu sedang beroperasi melayani penjualan BBM. Tindakan tersebut sempat menimbulkan kepanikan karena dikhawatirkan memicu kebakaran.

Salah seorang karyawan SPBU Kalampa mengaku pihaknya merasa dirugikan atas aksi tersebut. Selain menyebabkan penurunan jumlah pembeli, pembakaran ban di area SPBU dinilai sangat berisiko.

“Kami sangat was-was karena SPBU sedang beroperasi dan menjual BBM. Untung warga sekitar bersama karyawan segera memindahkan ban yang terbakar ke luar area SPBU agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Pihak SPBU menegaskan tidak ada unsur premanisme dalam peristiwa tersebut. Karyawan hanya berupaya mencegah potensi kebakaran dengan memindahkan ban yang dibakar ke badan jalan poros.

Belakangan mencuat dugaan bahwa aksi tersebut berkaitan dengan persoalan distribusi BBM jenis solar. Informasi yang beredar menyebutkan Sekretaris SAPMA PP Gowa, Daeng Lewa, memiliki hubungan keluarga dengan seorang pengusaha solar bernama Daeng Jiwa, yang disebut telah lama mengambil solar di SPBU Kalampa.

Menurut keterangan karyawan, Daeng Jiwa beberapa kali dinilai tidak tertib dalam prosedur pengisian solar menggunakan jeriken dan diduga memaksakan pengisian di luar aturan yang berlaku di SPBU. Karena dianggap melanggar ketentuan, pihak SPBU kemudian menghentikan pelayanan pengisian solar kepada yang bersangkutan.

“Kami melayani pengisian solar berdasarkan surat rekomendasi dari desa atau kelurahan serta barcode yang telah terdaftar. Semua sesuai aturan. Tidak ada perlakuan khusus,” tegas karyawan lainnya.

Sebelum aksi berlangsung, penanggung jawab SPBU Kalampa, Basir, disebut menerima pesan WhatsApp bernada tekanan. Dalam pesan tersebut, pengirim mengisyaratkan akan mengerahkan massa dari Makassar jika persoalan tidak diselesaikan.

Warga Pertanyakan Motif Aksi
Aksi tersebut juga menuai kekecewaan dari warga sekitar. Salah satunya, Daeng Tangnga, menilai demonstrasi itu terkesan tidak mewakili kepentingan publik.

“Di Takalar ini ada beberapa SPBU. Kenapa hanya SPBU Kalampa yang didemo? Ini terlihat seperti ada kepentingan pribadi. Kalau seperti ini, kredibilitas organisasi bisa dipertanyakan,” ujarnya dengan nada kesal.

Sehingga sejumlah warga sekitar SPBU Kalampa berharap agar persoalan distribusi BBM diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai aturan, bukan dengan aksi yang berpotensi membahayakan fasilitas umum dan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SAPMA PP Gowa terkait tudingan tersebut.

Berita Terkait

DESAKAN PENANGANAN DUGAAN KASUS PELECEHAN OLEH OKNUM KETUA HMPS ILMU POLITIK
Belanja Sewa Hotel Rp 49 Juta lebih di Kecamatan Saguling KBB Disorot, Diduga Abaikan Inpres No 1 Tahun 2025,
Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa Bersama Komunitas Andalan Keren (KAK).
Tuan Sore Menyampaikan Ucapan Terima Kasih Kepada Bapak Bupati Takalar, Perbaikan jalan Di Desa Punaga 
Pembuatan Parit di Desa Peuniti Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Keluhkan Kualitas Pekerjaan
GNPM menduga proyek pembangunan rehabilitasi Kantor Camat Pattallassang di kerja asal jadi
TNI Kembali Tunjukkan Profesionalisme: Mayjen TNI Krido Pramono Resmi Menjabat Pangdam, Publik Nilai ; Wujud TNI yang Semakin Prima
Truk Tangki Solar Timbulkan Kecelakaan Serius, Keluarga Minta Pertanggungjawaban Tapi Justru Dihadapkan pada Surat Damai Palsu

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:32

Wartawan Dihalangi Saat Rekam Proses Penyitaan, Diteriaki Wartawan Bodong, Pelecehan Terhadap Jurnalis dan Dugaan Modus Penipuan Pegadaian Terkuak

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:49

Lembaga MPSU Ucapkan Terimakasih Kepada Satpol – PP & Dinsos Kota Medan Atas Reaksi Cepatnya Amankan ODGJ

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:08

Polrestabes Medan Akan Di Demo Mendesak Kapolrestabes Medan Menepati Janji Menyelesaikan Kasus Korban Yang Disuruh Polisi Nangkap Maling Jadi Tersangka !

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:12

Jelang Ramadhan 1447 H, Pembina GRIB Jaya Medan Tebar Berkah, 4 Ekor Lembu Dibagikan untuk Warga Medan

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:46

Wujud Kepedulian Sosial, Kanwil Ditjenpas Sumut Kerja Bakti di Masjid Nurul Huda Jelang Ramadhan

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:55

Korban Disulap Jadi Tersangka Akibat Disuruh Polisi Nangkap Pelaku, Keluarga Ungkapkan : Pelaku Bawa Pisau

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:43

Kriminalisasi Korban Pencurian di Pancur Batu, Potret Buram Penegakan Hukum

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:32

Terkesan Menipu dan Berbuat Curang, Orang Tua Pelaku Pencurian Counter Handphone Di Pancur Batu Dilaporkan ke Polda Sumut

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Menjaga Negara Hukum: Ketika Prosedur Menjadi Taruhan Utama

Senin, 13 Apr 2026 - 08:17

error: Content is protected !!