Menjaga Negara Hukum: Ketika Prosedur Menjadi Taruhan Utama

ISKANDAR ZULKARNAIN

Senin, 13 April 2026 - 08:17

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adv. Eko Puguh Prasetijo.S.H.,M.H.,CPM., CPCLE., CPArb.,CPL

 

JAWA TIMUR – Negara hukum tidak diukur dari seberapa keras ia bertindak, melainkan dari seberapa disiplin ia menahan diri.

Disiplin itu bernama rasio legis, legalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Dalam praktik, godaan terbesar penegakan hukum adalah mempercepat hasil dengan mengendurkan prosedur. Namun setiap kali prosedur dilonggarkan, hukum kehilangan kompasnya. Ia tidak lagi memimpin, melainkan mengikuti arus persepsi.

Delik pemerasan jabatan menuntut pembuktian yang ketat atas unsur “memaksa”. Tanpa itu, kita berisiko menyamakan tindakan yang berbeda dalam satu keranjang pidana.

Di sinilah rasio legis bekerja: membedakan, membatasi, dan mencegah perluasan delik secara serampangan.

Prinsip legalitas menempatkan negara pada batas yang jelas. Negara boleh kuat, tetapi tidak boleh melampaui hukum. Hak asasi manusia memastikan bahwa setiap proses menghormati martabat, tidak membentuk stigma prematur, dan memberi ruang pembelaan yang adil.

Kita juga perlu mengingat posisi hukum pidana sebagai ultimum remedium. Dalam perkara yang berakar pada kewenangan administratif, pengujian melalui mekanisme administrasi bukan formalitas—melainkan fondasi.

Melewati fondasi berarti mempertaruhkan bangunan.
Pada akhirnya, peradilan adalah ruang di mana rasionalitas hukum diuji.

Majelis hakim memegang mandat untuk menyaring: apakah perkara ini berdiri di atas dasar yang sah, atau cacat sejak awal.

Opini ini tidak bermaksud mendahului putusan. Ia adalah ajakan untuk kembali ke prinsip: bahwa hukum harus ditegakkan dengan benar, bukan sekadar cepat.

Jika prinsip dijaga, keadilan menemukan jalannya.
Jika prinsip ditinggalkan, keadilan hanya menjadi klaim.

Berita Terkait

Oknum Ketua Umum Organisasi Pers Terlibat Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Narkoba, Ini Harus Diusut Tuntas
Polisi Ungkap Jaringan Narkotika Lintas Provinsi, 1 Warga Medan dan 2 Napi Mantan Calon Bupati Gayo Lues Periode 2025-2030
Niat Klaim Asuransi, Kakak Bunuh Adik Kandung Sat Reskrim Polres Tanah Karo Ungkap Otak dan Eksekutor Pembunuhan
Sat Reskrim Polres Simalungun Berhasil Ringkus Pencuri Sepeda Motor, Pelaku Gasak Motor Teman Sendiri
Sidang Noel Ebenezer Guncang Penegakan Hukum: Saksi Bongkar Dugaan Permintaan Rp6 Miliar oleh Oknum Kejagung, Publik Desak Usut Tuntas
Merasa Nama Baik Tercemar Argo Sembiring Buat Pengaduan ke Polres Karo
Polres Kampar Ungkap Kasus Menonjol, Cabul & Curat, Kasat Reskrim: Kejahatan Tak Dibiarkan, Masyarakat Jangan Takut Melapor
Tidak Ditemukan Penimbunan, Polisi Maksimalkan Pengawasan Distribusi Elpiji di Wilayah Kecamtan Blangpegayon Gayo Lues

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:03

Pemerintah Aceh Diuji dalam Kasus PT Rosin, “Tidak Ada Negara di Atas Negara” Jadi Sorotan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:24

Perubahan Nama Tak Cukup Menutup Masalah, PT Rosin Kembali Disorot Karena Dugaan Pelanggaran Berlapis

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:54

Banyak Pelanggaran Tak Kunjung Beres, PT Rosin Kian Dipandang Publik Seolah Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:59

LIRA Minta Pemerintah Aceh dan Aparat Hukum Menguji PT Rosin Secara Menyeluruh dari Hulu ke Hilir

Rabu, 29 April 2026 - 03:54

Dugaan Limbah ke Lingkungan dan Pengiriman Produk yang Dipersoalkan Membelit PT Rosin Trading Internasional

Selasa, 28 April 2026 - 04:16

Polda Aceh Diminta Membuka Jalur Pemeriksaan PT Rosin Trading Internasional di Tengah Maraknya Penindakan Getah Pinus

Selasa, 28 April 2026 - 02:46

Polda Aceh Didesak Menindak Dugaan Pengiriman Produk dari Perusahaan yang Legalitasnya Belum Jelas

Minggu, 26 April 2026 - 22:41

Investigasi Kepatuhan Lingkungan PT Rosin Internasional di Gayo Lues Masih Berlanjut

Berita Terbaru

error: Content is protected !!