Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

BHAYANGKARA POST

Selasa, 21 April 2026 - 14:21

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO BERSAMA-Ketua DPRD Demak, H. Zayinul Fata, SE (tengah baju putih) foto bersama Ketua panitia, Sunarto, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif dan Panitia, saat acara. (Foto Ist)

FOTO BERSAMA-Ketua DPRD Demak, H. Zayinul Fata, SE (tengah baju putih) foto bersama Ketua panitia, Sunarto, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif dan Panitia, saat acara. (Foto Ist)

DEMAK || Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 kembali digelar sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Demak.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis dalam mengembangkan bakat, meningkatkan persatuan, serta mengasah keterampilan individu maupun kerja sama tim bagi para pemain muda.

Melalui keterangannya, Selasa (21/4), Ketua panitia, Sunarto menegaskan bahwa, kompetisi ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi atlet yang berkualitas.

“Melalui kompetisi ini, tim dapat mengukur kemampuan, meraih prestasi, serta membangun karakter pemain melalui nilai-nilai sportivitas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris panitia, M. Abdul Latif, menyampaikan bahwa, liga ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antar Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Demak dan sekitarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan fair play menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan.

Lebih jauh, kehadiran “Sultan Fatah Cup” diharapkan mampu menjadi tolok ukur perkembangan kemampuan para pemain muda.

Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga mental bertanding dan kedisiplinan.

Kompetisi seperti ini dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menuju jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026 merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat di daerah.

Namun, konsistensi dalam pembinaan pasca kompetisi menjadi kunci utama agar potensi pemain tidak berhenti hanya di turnamen semata.

Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan semua pihak, ajang ini berpotensi melahirkan bibit-bibit unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu membawa nama baik daerah di masa depan. (Red).

Berita Terkait

Sinergi Sekolah dan Masyarakat, Komunitas INI BUDI Dorong Anak Cinta Buku dan Berani Bercerita
Kapolres Nganjuk Perkuat Sinergi dengan PPDI, Soroti Kamtibmas dan Antisipasi Miras
Khitan Gratis Door to Door XTC Cirebon, Solusi Tepat bagi Warga Kurang Mampu
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Kakanwil Ditjenpas Riau Minta Maaf Terkait Bau Limbah di Lapas Kelas IIA Pekanbaru
Peran Polri Kapolda Riau Hadir: Bantu Nelayan Meranti dengan 20 Mesin Ketinting Dorong Ekonomi Pesisir
Polda Riau Apresiasi Masyarakat, Pengamanan Mudik Lebaran Berjalan Lancar
Seruan Deklarasi Besar Simpul Kemelayuan dan Elemen Masyarakat, Bersatu Memperjuangkan Tanah Ulayat dan Hak Masyarakat Adat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!