Dugaan Penggelapan Mobil di Aceh Timur, Nama Adira Finance Dicatut Debt Collector Ilegal

BHAYANGKARA POST

Senin, 19 Januari 2026 - 01:01

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur — Seorang warga Gampong Alubu Jalan, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Kamaluzzaman alias Dek Gam, diduga menjadi korban penggelapan satu unit mobil Colt Diesel BL 8736 AS yang melibatkan sejumlah oknum yang mengatasnamakan debt collector perusahaan pembiayaan Adira Finance Cabang Langsa. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025.

Atas kejadian itu, Kamaluzzaman secara resmi membuat laporan polisi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Timur pada Senin, 5 Januari 2026, dengan nomor laporan LP/GAR/B/01/I/2026/SPKT/POLRES ACEH TIMUR/POLDA ACEH.

Kepada awak media, Kamaluzzaman menjelaskan bahwa mobil tersebut memang masih dalam status kredit di Adira Finance dan menunggak angsuran sekitar 10 bulan. Namun, dugaan praktik melawan hukum bermula sejak Maret 2025, saat tunggakan baru berjalan sekitar dua bulan.

Saat itu, Kamaluzzaman dihubungi seorang pria bernama Saifullah yang mengaku sebagai debt collector Adira Finance Cabang Langsa. Saifullah meminta uang sebesar Rp10.000.000 dengan iming-iming kendaraan tidak akan ditarik meskipun menunggak.

Merasa awam dan takut kehilangan kendaraan, Kamaluzzaman menyetujui permintaan tersebut. Sekitar 27 Maret 2025 malam, keduanya bertemu di sebuah kafe di Kecamatan Idi Rayeuk. Dalam pertemuan itu, Kamaluzzaman mentransfer uang Rp10 juta ke rekening yang diarahkan Saifullah atas nama Cut Liana.

Setelah penyerahan uang tersebut, Kamaluzzaman mengaku tidak lagi didatangi atau ditelepon pihak penagih hingga November 2025. Setiap kali ada pihak yang menghubungi atau mendatangi rumahnya, Kamaluzzaman hanya menghubungi Saifullah, dan pihak-pihak tersebut kemudian tidak melanjutkan penagihan.

Permasalahan kembali muncul pada 22 November 2025, ketika Saifullah menghubungi Kamaluzzaman dan menyatakan kendaraan tersebut “sudah bermasalah” serta menyarankan pengurusan pelunasan. Kamaluzzaman lalu mengusulkan agar mobil dijual untuk melunasi sisa kredit, dan Saifullah mengaku siap membantu mencarikan pembeli.

Pada 29 Desember 2025 malam, mobil diantarkan ke rumah Saifullah di Gampong Pertamina, Kecamatan Ranto Peureulak. Keesokan harinya, 30 Desember 2025, Kamaluzzaman bersama sopirnya, Zunaidi, bertemu Saifullah di halaman Masjid Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Timur.

Setelah menunggu, datang tiga orang yang diperkenalkan Saifullah sebagai calon pembeli. Mereka melakukan pengecekan kendaraan dan meminta STNK. Namun, salah seorang di antaranya tiba-tiba mengaku berasal dari pihak Adira Finance Cabang Langsa dan menyebut kendaraan tersebut telah berstatus write off (WO).

Perdebatan pun terjadi. Di tengah adu argumen itu, salah seorang dari tiga orang tersebut langsung menghidupkan mobil dan membawa kabur kendaraan dari lokasi tanpa persetujuan pemilik.

Dua orang lainnya masih beradu argumen dengan Kamaluzzaman. Salah satunya diketahui bernama Afdal, yang informasinya diduga merupakan perangkat Gampong Punti Payung, Kecamatan Ranto Peureulak. Bahkan, para oknum tersebut sempat meminta sejumlah uang agar mobil tidak dibawa, namun permintaan itu tidak dipenuhi.

Usai kejadian, Saifullah mengajak Kamaluzzaman ke Kota Langsa dengan alasan mengecek keberadaan mobil di gudang Adira Finance. Namun, Kamaluzzaman mengaku tidak diperbolehkan masuk ke area gudang dan hanya melihat Saifullah berbincang singkat dengan petugas keamanan di pagar.

Upaya pencarian kembali dilakukan pada 2 Januari 2026, namun keberadaan kendaraan tetap tidak diketahui. Kamaluzzaman mengaku semakin merasa dimanfaatkan karena Saifullah tidak menunjukkan tanggung jawab pascakejadian.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Novrizaldi, S.H., saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, kami telah menerima laporan dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana yang dilaporkan oleh saudara Kamaluzzaman. Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan dan penyidik akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan,” kata Novrizaldi.

Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Adira Finance Tegaskan Tidak Terlibat

Sementara itu, Apri, Kepala Bidang Write Off (WO) PT Adira Finance Cabang Langsa, dalam keterangannya kepada media pada Sabtu, 17 Januari 2026, menegaskan bahwa Saifullah dan Afdal bukan karyawan maupun mitra resmi perusahaan.

“Kami tegaskan, Adira Finance Cabang Langsa tidak pernah menerbitkan surat keputusan atau surat tugas penarikan kendaraan tertanggal 30 Desember 2025. Nama-nama tersebut bukan bagian dari tim kami,” ujar Apri.

Apri menyatakan pihaknya mengapresiasi langkah Kamaluzzaman yang telah membuat laporan polisi secara resmi dan menegaskan kesiapan perusahaan untuk mendukung proses hukum.

“Kami siap memenuhi panggilan penyidik jika dibutuhkan. Perusahaan juga merasa dirugikan, apalagi nasabah kami,” katanya.

Menurut Apri, perusahaan juga merasa dirugikan dalam peristiwa ini. “Bukan hanya nasabah, kami sebagai perusahaan juga dirugikan karena nama baik kami dicatut.”

Ia menegaskan bahwa Adira Finance memiliki SOP yang tegas, tidak pernah membenarkan mitra penagihan atau pihak ke-3 menerima uang angsuran, tunggakan, atau imbalan dalam bentuk apa pun dari nasabah. Nasabah wajib menyelesaikan tunggakan di kantor, tugas mitra penagihan hanya mengingatkan dan mendampingi penyelesaian tunggakan di kantor.

Setiap mitra penagihan Adira dibekali dengan surat tugas atau kuasa yang masih berlaku, data riwayat pembayaran nasabah, serta mitra yang diberi kuasa memiliki sertifikasi penagihan LSPPI.

“Kami mengimbau para nasabah agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan debt collector Adira Finance. Seluruh proses penagihan dilakukan sesuai prosedur resmi,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

BNPB, Bangun Huntara Diduga Tak Layak Huni, Korban Banjir Simpang Jernih Mengeluh
Harta Bawaan Alm Marwan Lenyap Tanpa Diketahui Husna Selaku Orang yang Diamanahkan
Kasus Larangan Wartawan Liput Rapat Desa Aceh Timur Memicu Sorotan Serius soal Demokrasi dan Keterbukaan
Fanst Respon Counter Polri Nusantara Apresiasi Profesionalisme Polres Aceh Timur dalam Menangani Penemuan Mayat di Semak-semak
Jalan Sekolah di Aceh Timur Dibangun Tanpa Transparansi, LAKI: Ini Pelanggaran Serius
Pendiri PESAWAT Nilai Watak Diktator Tidak Pantas untuk Jabatan Publik, Dukung Pencopotan Plt Kadisdikbud Aceh Timur
LAKI dan Wartawan Investigasi Ungkap Bobroknya Infrastruktur Pendidikan di Idi Tunong
Dugaan Salah Kelola Anggaran dan Sikap Diktator, Bustami Terancam Dicopot dari Jabatan Plt Kadisdikbud Aceh Timur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:15

“Jangan Biarkan Sekecil Apa Pun Narkoba Masuk ke Hidup Kita” Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Sabu di Babussalam

Senin, 22 Juni 2026 - 13:26

Karyawan Cafe Bawa Kabur Motor dan Laptop, Pelarian AS Berakhir di Jambi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:25

Gerak Cepat! Kurang Dari 24 Jam, URC Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:28

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:40

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:29

Kapolres Aceh Tenggara dan Ketua Bhayangkari Tinjau Pasca Operasi Bibir Sumbing, Pastikan Senyum Harapan Terus Mekar

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:46

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:47

Menjahit Senyum, Menumbuhkan Harapan: Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Warnai HUT Aceh Tenggara ke-52 dan Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

error: Content is protected !!